RSS

Business Model for Culinary TV

 

Tabel di atas menunjukkan bisnis model dari sebuah TV kuliner. Stasiun TV tersebut hanya menayangkan acara-acara dan iklan tentang kuliner saja. Acara yang ditawarkan khususnya berisikan kuliner dalam negri, jadi stasiun TV ini bisa mengangkat kuliner khas budaya Indonesia juga.

 

Stasiun TV ini dikhususkan untuk wanita, tapi bagi mereka yang ingin tau tempat makan favorit di berbagai kota di Indonesia, mereka harus nonton stasiun TV kuliner ini. 😀

 

 

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2011 in Uncategorized

 

You Don’t Have to Work for The Rest of Your Life, You Have to Play

Lesson Learned from the Guest Lecture, Mr. Budi Rahardjo.

 

Bisnis Digital

Untuk kebanyakan orang, pasti bertanya-tanya, bisnis digital itu apa untungnya sih?

Yak, perlu diakui bahwa dunia digital itu tempat yang enak dan mudah untuk menyimpan data. Seperti email, blog, social media, dll. Tapi tentu ada kekurangannya. Kekurangannya adalah kapasitas data yang akan kita simpan terbatas. Seperti di email, hanya bisa melampirkan data maksimal 25MB. Meng-upload lagu atau video pun terbatas. Jika kualitasnya kurang bagus, gambar dan audio bisa ‘pecah’ jika diperbesar.

 

Selain mudah dalam penyimpanan data, bisnis digital juga sangat mengurangi cost. Semuanya bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja secara instan di dunia digital. Cost untuk tempat usaha bisa dihilangkan. Makanya banyak pebisnis yang beralih dari dunia manual ke dunia digital. Karena mereka melihat ke depannya orang-orang lebih suka yang praktis dan mudah. Selain itu, profit yang didapatkan bisa lebih besar.

 

Susahnya Bisnis Digital

Bisnis digital menuntut para ‘pemain’nya untuk terus mengikuti perkembangannya. Perkembangan dunia digital sangat cepat, sehingga bagi mereka yang tidak bisa mengikutinya bisa jadi depresi. Penggelut dunia bisnis digital haruslah mereka yang menganut prinsip dari Chris Anderson yaitu “Long Tail” yang maksudnya mendapat keuntungan sedikit-sedikit namun berkelanjutan sehingga lama kelamaan bisa dapat profit yang besar.

 

Tantangan bagi orang kreatif tentunya lebih besar lagi. Bagi mereka yang tidak bisa menghasilkan ide kreatif lagi, mereka akan merasa kalah dengan yang lain dan akan merasa depresi. Kalau sudah depresi, pelariannya adalah dengan mengkonsumsi obat-obatan terlarang seperti ganja, minum minuman keras, merokok, dan kegiatan negatif lain yang tidak baik bagi tubuh. Bahkan ada juga yang sampai bunuh diri.

 

Oleh karena itu, seperti judul post ini “You Don’t Have to Work for The Rest of Your Life, You Have to Play”

 

Maya 🙂

 

 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2011 in Uncategorized

 

Jembatan ‘Kreatif’

Yak, jaman dulu sampe sekarang, orang pasti nyebutnya ‘Jembatan Keledai’ untuk memudahkan kita mengingat sesuatu (biasanya pelajaran). Kenapa harus keledai? Karena dia identik sama kebodohan? Kenapa harus keledai yg dianggap bodoh? *masih ga terima*

Makanya saya sebut tugas kali ini sebagai ‘Jembatan Kreatif’; yaitu cara kreatif untuk mengingat kata-kata.

Tugas saya adalah mengingat 20 nama orang hebat di bawah ini secara cepat.

  1. Muhammad – Ratu
  2. Isaac Newton – Gua
  3. Jesus Christ – Raga
  4. Buddha – Tempat
  5. Confucius – Terima
  6. St. Paul – Senam
  7. Tsai Lun – Baju
  8. Johan Gutenberg – Balapan
  9. Christopher Colombus – Cemilan
  10. Albert Einstein – Sesepuh
  11. Louis Pasteur – Sebel
  12. Galileo Galilei – Dobel
  13. Aristotle – Timbel
  14. Euclid – Fabel
  15. Moses – Mebel
  16. Charles Darwin – Nambal
  17. Shih Huang Ti – Jubel
  18. August Caesar – Label
  19. Copernicus – Sambal
  20. Laurent Lavoisier – Dapul

Bagaimana cara mengingatnya? Mari membuat cerita dari rangkaian nama-nama tersebut.

Suatu hari Nabi Muhammad bertemu seorang Ratu. Ratu tersebut sedang menangis terisak-isak di dalam gua. Gua itu ternyata menyimpan raga Yesus. Raga Yesus ditempatkan di tempat biasanya sang Buddha duduk. Melihat sang Ratu menangis, Muhammad pun memberi saputangan. Sang Ratu terima saputangan tersebut dan menjadi ‘confused.

 

Dalam keadaan ‘confused’, sang Ratu akhirnya memutuskan untuk senam saja dengan temannya, Paul. Karena kurang persiapan, sang Ratu pun membeli baju senam di alun-alun. Kebetulan ketika itu di alun-alun sedang ada balapan yang kerennya ga nahan. Sang Ratu pun akhirnya menonton balapan dulu sambil beli cemilan untuk di bus. Secara tidak sengaja, dalam perjalanan pulang, sang Ratu bertemu sesepuh yang mukanya mirip Einstein.

 

Sebenarnya sang Ratu sebel naik bus, soalnya selalu lewat Pasteur. Akhirnya ia memutuskan untuk makan gulai porsi dobel dengan nasi timbel yang totol-totol. Lihat nasi totol-totol, Ratu jadi ingat cerita fabel yang binatangnya berlipid seperti mebel yang dipamerkan di malls.

 

Habis makan gulai, sang Ratu pulang naik motor. Sayangnya di tengah perjalanan ban motor kempes dan ia pun harus nambal di ban cubbles. Karena antriannya berjubel, Ratu pun menunggu sambil minum Liang Tea yang ternyata berlabel expired bulan Agustus. Rasa tehnya pun seperti rasa sambal yang sudah lama ditaruh di dalam koper yang ditaruhnya di dapul, di rak berwarna oren.

Cerita yang memang sedikit agak memaksa ini emang ditujukan untuk mengingat nama-nama orang terkenal di atas. Justru karena maksa, jadinya inget terus. Selamat mencoba bikin jembatan kreatif yang lebih kreatif lagi! 😀

 

Jangan dibalik yah,

Maya

 

 
Leave a comment

Posted by on December 6, 2011 in Uncategorized

 

Mahasiswa HARUS Kreatif

Menurut saya, kreativitas itu tidak ada batasnya. Kreativitas juga tidak ada benar dan salah. Kreativitas bisa memiliki pandangan berbeda bagi semua orang. Tapi yang jelas, kreativitas menghasilkan inovasi. Dan bagi kami, para mahasiswa, menjadi kreatif itu suatu keharusan. Mahasiswa adalah tingkatan terakhir dalam dunia pendidikan. Dengan kata lain, ketika kita masih mahasiswa, gunakan waktu semaksimal mungkin untuk berkreasi untuk menciptakan inovasi.

Bagi para mahasiswa teknik, kreativitas yang dimiliki mungkin tidak semuanya dari bawaan lahir. Tapi dengan adanya kemauan untuk membuat suatu inovasi didukung dengan pelajaran yang telah mereka pelajari di kampus, mereka bisa membuat suatu inovasi. Untuk mereka yang tidak memiliki kreativitas sedari lahir, bisa dilatih terus kreativitasnya dan bisa mencapai level 2 kreativitas, yaitu mempelajari kreativitas dan mengembangkannya dengan cara mereka sendiri. Contohnya untuk mahasiswa teknik mesin, mereka bisa berinovasi dengan membuat mobil yang hemat bahan bakar, atau mobil yang bisa menggunakan tenaga surya. Nothing impossible. Untuk mahasiswa matematika, mungkin bisa meniru jejak paman Apiq dengan membuat kreatif matematika, yang bisa memaksa anak-anak untuk mau belajar matematika. Tapi untuk kebanyakan mahasiswa seni rupa, mereka harusnya merasa beruntung, karena mereka dianugerahi kreatifitas sejak lahir. Mereka bisa langsung dikategorikan masuk level 3 kreativitas, karena mereka memiliki ciri khas dalam kreasi mereka dan mengembangkannya dengan cara yang biasa. Tapi kalau terus kreativitasnya terus diasah, mereka bisa sampai level 5, di mana karyanya sulit diterjemahkan dengan mata telanjang. Hanya seniman saja yang bisa mengerti.

Bagi mahasiswa bisnis seperti saya, tidak menutup kemungkinan untuk berkreasi dan berinovasi. Contohnya seperti yang telah kami lalui, yaitu IBE. Kami dituntut untuk membuat inovasi produk baru. Inovasi memiliki 4 level. Level pertama adalah level yang paling simple. Bisa dilakukan oleh semua orang. Inovasinya hanya sekedar mengubah sedikit tampilan dari produk yang sudah ada. Misalnya mengubah warna packaging, mengubah bentuk logo, mengubah gambar, dll. Inovasi ini dilakukan jika sudah benar-benar dalam keadaan terjepit saja. Level kedua adalah menambahkan feature tambahan yang bisa menambah daya tarik dari suatu produk. Level pertama dan kedua ini resikonya sangat kecil, karena tidak banyak memberikan perubahan pada suatu produk. Berbeda dengan level ketiga yang telah memperhitungkan resiko yang mungkin terjadi, jadi lebih berhati-hati dalam menciptakan inovasi. Pada level ini kita harus melakukan research yang mendalam, supaya tidak salah target market. Level keempat adalah inovasi paling luar biasa yang bisa mengubah taraf hidup manusia. Seperti penemuan kereta api, penemuan mobil, lampu, dll. Sebagai mahasiswa, kita bisa berinovasi sampai level 3. Kita sudah memiliki bekal perhitungan resiko, tinggal melakukan research yang benar untuk mencapai target sehingga tidak akan mengalami kerugian.

 

Peluang yang ada untuk mahasiswa berkreasi dan berinovasi sebenarnya sangat banyak. Dari kegiatan kampus seperti ITB Fair yang mengharuskan para mahasiswa membuat sesuatu yang berbeda setiap tahunnya. Tidak hanya kegiatan dalam kampus, tetapi juga kegiatan luar kampus seperti komunitas-komunitas anak muda di Bandung seperti akademi berbagi yang selalu membuka kesempatan bagi para mahasiswa untuk belajar tentang kreativitas. Sebenarnya banyak komunitas-komunitas kreatif di kota Bandung, tapi mungkin kurang terekspos oleh publik.

Kreativitas bisa datang di mana saja dan kapan saja. Bisa dengan bergaul dengan banyak orang, jadi kepikiran sebuah ide. Bisa dengan banyak membaca buku, juga browsing internet. Tapi satu yg saya percaya, kreativitas itu tidak bisa dipaksakan. Dalam keadaan terjepit, untuk beberapa orang malah bisa semakin kreatif, tapi untuk sebagian orang, sulit sekali menjadi kreatif di saat-saat sulit. Saya sendiri termasuk anak yang bisa kreatif di saat terjepit. Orang-orang bilang kreativitas saya itu termasuk sebuah kelicikan. Haha… gak apa-apa yang penting kreatif. *maksa*

Mahasiswa itu sebenarnya bisa menjadi makhluk yang maha kreatif. Tapi masih saja ada hambatannya. Yang pertama adalah perasaan takut ditolak. Sebenarnya banyak ide-ide kreatif, tapi kebanyakan dari kami takut mengungkapkannya. Perasaan takut dihina atau dikatain itu menjadi faktor mental yang sulit dikalahkan. Memang sudah jadi kebiasaan orang Indonesia yang susah banget untuk menghargai orang lain. Penilaiannya sangat subjektif. Sekali gak suka sama orangnya, selamanya gak suka sama apapun yang dia lakukan. Akhirnya kami pun lebih memilih diam dan menyimpan ide-ide kreatif itu hanya untuk diri kami sendiri.

Maka sebaiknya sudah dibiasakan sejak dini untuk para mahasiswa mengungkapkan idenya. Tapi bukan hanya mengungkapkan, tapi berani merealisasikannya juga. Mungkin di mata publik mahasiswa itu hanya kumpulan anak muda yang hanya bisa bicara saja tanpa berpikir. Tapi kita harus buktikan bahwa mahasiswa itu bisa membuat ide yang bisa dipertanggungjawabkan.

Yang kedua adalah masalah waktu. Mahasiswa itu harus benar-benar pandai mengatur waktu. Dosen tidak seperti guru sekolah yang bisa memberi toleransi. Kalau dosen mau ngasih tugas saat UTS, itu hak beliau. Tidak seperti guru yang bisa ‘ditawar’ supaya tugasnya dikurangi. Untuk ikut kegiatan organisasi saja kami masih harus curi-curi waktu atau bahkan mengambil jatah waktu untuk tidur. Malah ada mahasiswa yang lebih mengutamakan kegiatan organisasinya daripada akademiknya saking mereka sangat suka bergaul dan bekerja dalam kelompok.

Masalah waktu sebenarnya tergantung niat. There is a will, there is a way. Kalau kita mau, kita pasti bisa kok. Memang ada waktunya di mana kita benar-benar ingin bersantai tanpa melakukan apa-apa. Tapi sebagai anak muda, sebaiknya manfaatkan waktu semaksimal mungkin. Daripada hanya guling-guling di kasur, lebih baik kita memanfaatkan waktu untuk menghasilkan sesuatu yang berguna.

Kurangnya fasilitas yang bisa mendukung realisasi dari inovasi mahasiswa. Kami biasa dianggap masih kecil dan belum bisa bertanggung jawab penuh pada keputusan kami. Maka kebanyakan orang tidak mau mempercayai ide-ide yang kami anggap ide brilian dan tidak mau memberikan fasilitas yang memadai untuk kami. Usia kami yang memang masih muda, sering membuat ide-ide yang muncul dari teman atau kerabat menjadi tidak terlalu diperhitungkan. Ego diri lebih besar daripada apapun. “Ide saya yang paling bagus” sering ada di pikiran. Hal ini yang menghambat terealisasinya sebuah ide, karena ada pihak yang tidak setuju dengan pihak tersebut. Sedangkan untuk merealisasikannya sendiri pun kami tidak bisa.

Sebaiknya mulai dari sekarang kita lebih berpikiran terbuka. Terbuka untuk menerima ide-ide baru. Terbuka dengan masukan dari orang lain. Sekarang sudah zaman demokrasi, siapa saja boleh berpendapat, siapa saja bisa jadi pemimpin. Tidak terbatas gender atau usia. Sering sekali para senior meremehkan juniornya. Sebaiknya para senior lebih memberi kesempatan untuk yg muda yg berkarya.

Seperti yang ditulis dalam buku The World is Flat karya Thomas L. Friedman. Disitu dituliskan bahwa ada 10 peristiwa besar di dunia yang membuka pikiran kita dan mengubah dunia. Dunia ini datar maksudnya sudah tidak ada batasan-batasan lagi untuk berkarya. Siapa saja dan dari kalangan mana saja bisa berkreasi.

 

Dwi Maya Subianto

19009095

 
Leave a comment

Posted by on October 10, 2011 in Uncategorized

 

I can’t live without ‘you’

Dear internet, thanks for making my life becomes easier and brighter. It’s hard not to meet you even for a day. *lebay*

 

Website – website paling penting yang HARUS SELALU dan WAJIB dibuka tiap kali online adalah:

 

  1. Google

    Mbah google ini selalu membantu PR saya. Si mbah malah lebih punya banyak penjelasan daripada guru les. hahaha *no offense*
    Abisnya tiap kita tanya apapun, pasti ada jawabannya. Tanya apa aja yang bahkan mama papa kita aja susah jelasinnya. Thanks kakak-kakak ganteng yg udah bikin Google, banyak bantu banget innovasinya ini.. 😀

  2. Facebook

    Sayangnya kalau sekarang saya ga buka FB buat chit-chat sama temen atau upload + komen + ‘like this’ foto-foto labil kaya jaman SMA. Sebagai pemilik online shop *sekalian promosi*, Facebook itu wajib dibuka tiap hari. Atau minimal aktifin FB di BlackBerry, jadi setiap ada yg mau beli atau tanya-tanya, saya bisa langsung tau. Buka FB juga lumayan buat main gamesnya, secara saya bukan gamers, jadi ga tau mau main game apa selain game di FB *sigh*

  3. YouTube
    Without YouTube,  how can I see what my favorite KPop stars do? I followed KPop so much and I have to have their movie videos. Not only movie videos, but also their performance in many events and variety shows. Yap, saya memang koleksi video-video konser KPop, terutama 2PM. *hahaha gatel pengen nulis 2PM*

    Beside downloading the movie video, I also download the dance tutorial. I love dancing, and I love making the cover dance of KPop’s dance. SBM has DANCERPRENEUR, pioneer dance group in SBM-ITB. As the head of Dancerpreneur, I’d like to upload every video we’ve taken when we’re practicing to YouTube.

  4. Twitter

    Sebenernya ga selalu sih, cuma kalau lagi bisa online di komputer, ya kadang dibuka juga. Toh twitter udah ada di BB, lebih enak juga karena kalau ada notification langsung geter. Twitter itu sumber informasi buat saya. Info tentang apapun ada; tentang kesehatan, finance, infotainment, info lomba, dan info jual-beli barang apapun. Saya juga sering pake twitter buat promosi barang yg saya jual. hehe..
    Selain itu, twitter itu tempatnya saya mencoba mendekatkan diri sama artis idola saya. Banyak banget artis yg saya follow, I don’t care if they’re spamming, but I still love seeing them on my timeline. haha… Kalau jaman dulu suka ada SMS ketik REG<spasi><NAMA ARTIS> buat tau artis idola kita lagi ngapain, sekarang udah ga butuh! hahaha.. follow aja twitternya.. Akun twitter ini nih yang selalu bikin timeline saya menjadi lebih indah : @Khunnie0624 @taeccool @Jun2daKay @siwon407 @indrabektiasli @AsiaPrince_JKS. Silakan follow kalau mau.. hehehe.. Tp jangan lupa juga follow saya @mayasubianto sama @houseofkorea online shop saya. *promosi terselubung*

  5. Email: Hotmail, Gmail, Mail SBM


    Email-email itu wajib dibuka. Kalau hotmail saya punya banyak akun email, dari akun pribadi, online shop, email kelas, sampe email buat rumpi sama temen yg masih alay. Gmail guna banget buat bikin tugas, krn ada documentnya, jadi bisa share tugas. Mail SBM jelas penting, apalagi kalau ada tugas.

  6. Allkpop.com


    Info seputar artis-artis KPop yg saya cintai, sayangi, dan kasihi. hahahaha… jadi tau gosip mereka, tau mereka mau konser dimana, tau mereka keluarin lagu apa, tau artis baru apa yg baru debut, tau kapan release album dan video clip-nya, pokoknya jadi update banget! 😀

    Sebagai pemilik House of Korea *tetep promosi* saya harus banget update tentang KPop. Drama apa yg baru, album apa yg baru, konser apa yg baru ada, soalnya saya pasti jual CD-DVD album mereka, barang-barang yg mereka pake di dlm dramanya, dari baju sampe aksesorisnya. Jadi supaya bisa menjawab pertanyaan customer yang bener-bener detail, saya harus update terus. hihi…

  7. WordPress.com

    Ternyata ngeblog asik juga, jujur aja saya baru bikin wordpress gara-gara tugas CI. Dengan kreativitas tingginya paman Apiq, UTS dan tugas lainnya harus dikerjain di wordpress. Nah, kalau ga ada innovasi bernama internet, gimana coba caranya bisa mengabadikan UTS, UAS, dan tugas mingguan lainnya?

 

Makanya semenjak kos saya diputus internetnya, saya jadi sering bawa laptop buat online di kampus. Thank God, koneksi internet di SBM bagus, jadi bisa download video-video biar di kos ada yg bisa ditonton. heheheh… *sedikit curhat*

 

Penulis yang ga mau dibalik,

cuma pengen ada internet lagi di kosnya,

maya

 
6 Comments

Posted by on October 7, 2011 in Uncategorized

 

Who, What, Why being CREATIVE (?)

Buat saya, orang kreatif itu adalah orang yang bisa menciptakan sesuatu yang ga pernah dipikirkan oleh orang laen. Reaksi saya kalau ngeliat kreativitas seseorang yang kreatif itu….. mangap dan bilang “Wooo~w” yang panjang. Kenapa sih orang butuh jadi kreatif?

Untuk beberapa orang mungkin menjadi kreatif itu ga penting. Bukannya bikin maju, yang ada malah nyapein otak buat bikin sesuatu yang bener-bener baru. Itu untuk orang yang berpikiran sempit. Tapi kebanyakan orang, justru mikir kalau jadi kreatif itu penting. Kreatif itu bukan sekedar ‘membuat’ sesuatu yang baru, tapi kreatif itu berpikir lebih daripada orang kebanyakan. Kreatif dalam kehidupan sehari-hari itu biasanya di-apply pada saat terdesak. Misalnya, waktu kita tersesat di hutan, ga ada makanan, tenda, bahkan cahaya. Orang kreatif ga akan menyerah sama keadaan gitu aja. Coba aja bikin tenda dr daun disusun-susun. Bikin makanan dr buah di hutan. Dan bikin obor dari kayu. Itu cuma sekedar contoh aja, masih banyak hal yg lebih kreatif yang bisa kita lakukan kalau tersesat. Hehe 😛

Nah, orang yang kreatif yang sering bikin saya kagum adalah:

  •  Larry Page dan Sergey Brin si “Google Guys”

    Kalo dua orang keren ini ga kepikiran bikin search engine yang sekarang selalu dibuka semua orang di dunia setiap harinya ini, apa kabar nasib tugas-tugas kita? Dari nyari web, gambar, dokumen, peta, translate, sampe email dan jejaring sosial, semuanya disediain sama Google. Sebelumnya, apa ada yang kepikiran bikin search engine yang bisa dibuka sama semua orang di seluruh belahan dunia? Makanya, “Wooo~w” banget buat si “Google Guys”.
  • Steve Jobs
    Steve Jobs
    Om yang satu ini siapa sih yang mau bilang dia ga kreatif? Sebenernya saya bukan pengguna produk Apple. Saya cuma pake iPod aja. hehe… Tapi bukan karena kualitasnya jelek, tapi karena kapasitas diri saya ga setinggi om Steve. Pake Mac book,  buta bangeeeeetttt. Pake iPad, cuma maen game doang. Maka dari itu saya bisa bilang om Steve super kreatif. Dia bisa keluar dari kebiasaan, si om ini bisa mikir kalau design itu bakal lebih jadi pilihan daripada kualitas mesin atau lainnya. Salute, om! 😀
  • Walter Elias Disney

    Opa ini keren banget bisa bikin semua anak kecil pinter berkhayal sejak dini. Anak perempuan, berkhayal jadi putri yang cantik dan lemah lembut, yang akhirnya happily ever after sama pangeran berkuda putih. Anak lelaki, berkhayal jadi pangeran ganteng yang punya segalanya, yang tugasnya menyelamatkan sang putri dari orang jahat. Sebenarnya cerita asli dari para ‘Princess’ ini kan thriller, tapi bisa diputar-balikan sama opa Walter. Terima kasih opa, udah bikin semua anak kecil di dunia ini tersenyum :))

  • Mark Zuckerberg

    Mas ini salah satu orang paling kreatif di era sekarang. Dia bisa bikin sebuah jejaring sosial dimana kita bisa chatting, share foto, update status, maen game, jualan, sampe pamer relationship status. Facebook udah jadi kaya autobiography. Kalau mau tau si X, buka aja Facebook-nya. Kalau ga punya FB tuh rasanya kaya ga punya KTP. Haha.. Salut sama mas Mark yang hampir tiap minggu atau bahkan tiap hari update layout Facebook.

Kalau Creative Company menurut saya:

  • Google dan Apple

    Kenapa? Penjelasannya sama kaya di atas. Sama kaya foundernya, ‘Google Guys’ sama om Steve Jobs. Mereka keren banget dan menurut saya ga akan ada matinya.
  • Starbucks

    Beda sama coffee shop biasa, Starbucks bukan menawarkan kopi, tapi menawarkan suasana. Dari jual kopi, temen minum kopi, sampe gelas, mug, tumblr, dan atribut yang berhubungan dengan kopi. Ada rumor sih bilang kopi Starbucks itu asli Indonesia, tapi kok mahal yah jadinya? Hmmm… ya mungkin orang-orang kita kurang kreatif, jadinya kopi bagus asli Indonesia ga dimanfaatkan dengan baik.
  • Indofood

    Buat para wanita dan ibu-ibu, Indofood tuh temen dapur banget. Buat anak kos, Indomie temen setia. Dari mie, bumbu masak, bumbu racik, sambal, terasi, kecap, hampir semua bumbu dapur Indofood nyediain. Iklannya juga keren, sering membawa rasa nasionalisme dan persatuan.
  • Unilever

    Menurut saya Unilever ga akan pernah mati. Semua orang butuh produk Unilever. Dari kebutuhan rumah tangga (mencuci, ngepel, softener, pewangi ruangan, dll) sampe kebutuhan pribadi (pembalut, sabun, shampoo, sikat gigi, pasta gigi, dll). Tanpa unilever, ga tau deh hidup kita jd kaya gimana 😛
  • Trans Corp

    Perusahaan TV swasta ini masih dibilang baru menginjak usia remaja. Tapi ratingnya sangat bagus. Perusahaan ini berani beda. Di saat perusahaan TV swasta lainnya berlomba-lomba nayangin sinetron sampe ratusan episode, Trans Corp malah nayangin banyak reality show dan variety show. Ngikutin perkembangan zaman. Targetnya juga bervariasi, tayangan pagi targetnya untuk ‘A’, tayangan siang targetnya untuk ‘B’, dan tayangan malam targetnya untuk ‘C’. Jadi semua jenis usia bisa menikmati tayangan di Trans Corp. Saya sendiri kalau lagi ga tau mau nonton apa, pasti pilih channel Trans, karena entah kenapa se-engga suka – engga suka-nya sama acaranya, tapi tetep ngerasa betah aja nontonnya.
 
Leave a comment

Posted by on September 26, 2011 in Uncategorized

 

Lesson Learned from Ridwan Kamil

Ridwan Kamil

 

Being Creativepreneur should be:

  • Innovative
    Thinking and innovating outside the box
  • Risk taker (but being calculated)
    The one who doesn’t want to take the risk, he/she will never go anywhere
  • Visionary
    Setting achievable goals
  • Strong leadership
    Setting example and motivating others
  • Problem solver
    knowing exactly how to get there
  • Agent of change (in developing world)

How to start creative business:

  • Observe
    • Dengan bergaul, jadi bisa dapet ide atau jadi tau trend yang lagi ada sekarang
    • Baca buku
    • Social media
    • Travelling
    • Imagination
  • Selection
    Be creative! Packaging is everything. Jadi bisa menjual barang secara kreatif dari packagingnya. Zaman sekarang orang lebih suka design daripada fungsinya sendiri. Kreatif itu tidak harus membuat sesuatu yang baru, tapi yang pasti harus bisa memberikan ‘added value’.
  • Think different
    Innovation distinguishes between leader and follower. Bisnis yang ada latar belakang ceritanya, biasanya berjalan lebih lancar. Seperti misalnya menjual tajil saat bulan puasa, setiap pembelian 1 tajil bisa membantu memberi makan 10 anak yatim.
  • Make plan
  • Scalable
  • Design / technology
    Design excellence = better economic prospect
  • Networking
  • Innovative marketing

 

 

 
Leave a comment

Posted by on September 26, 2011 in Uncategorized